ketika segudang perasaan itu hadir menghiasi setengah jalan pikiran ku,
ya, entah mengapa?
sebuah tanya menghiasi pula sanubariku,
sebuah catatan manis mengenal diri mu,
ketika aku pergi semua bayangan, suara, hingga tabiatmu aku merindu,
hanya seperti air yang merindukan bulan purnama,
dari tiga puluh hari aku menunggu mu,
engkau hanya memberi obat itu satu malam,
ketika aku berusaha melupakanmu,
usaha Allah pula memberikan rasa rindu itu,
RSS Feed
Twitter
9:06 AM
Ardhanareswara
